Hambatan-hambatan yang belum terselesaikan dengan baik membuatku sedikit stress. Mulai dari tugas-tugas yang seharusnya menjadi kewajiban namun berbalik arah menjadi beban, kapasitas otak dan kelancaran berfikir dalam menerima pelajaran tak kunjung membaik, cerita percintaan yang masih saja rumit, keimanan yang baik tak kunjung kembali, sampai kondisi terparah ketika surat dokter palsu yang ditolak mba' Elly menambah tingkat stress menjadi satu tingkat.
Allah, orangtua, saudara, guru dan teman-teman menjadi alasanku untuk tidak terlalu stress memikirkan kehidupan dikota perantauan ini. Semoga saja dengan kejadian-kejadian yang telah berlalu mendorongku untuk melangkah lebih baik. Amiin
Tidak ada komentar :
Posting Komentar